
Banjaragung, 11 Agustus 2026 – Setelah kurang lebih satu bulan melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Berdampak Kelompok 21 UPN “Veteran” Jawa Timur resmi mengakhiri masa pengabdian di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Kegiatan penutupan dilaksanakan di Balai Desa Banjaragung pada Selasa (11/8), menjadi momentum untuk mengenang rangkaian kebersamaan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN.
Kegiatan penutupan dihadiri oleh Kepala Desa Banjaragung Hasan Sulaiman, S.Sos., jajaran perangkat desa, serta mahasiswa KKN SDGs Berdampak Kelompok 21. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dengan refleksi atas berbagai program yang telah dilaksanakan serta harapan agar manfaat dari kegiatan tersebut dapat terus dirasakan oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Banjaragung Hasan Sulaiman, S.Sos. menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kelompok 21 atas kontribusi yang telah diberikan selama berada di Desa Banjaragung. Berbagai program yang dilaksanakan dinilai telah memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.

Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa KKN Kelompok 21 melaksanakan sejumlah program yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pertanian, dan lingkungan. Program-program tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi serta kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa.
Di bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan Gerakan Menabung Aktif dan Rajin (GEMAR) di SDN Banjaragung II dan SDN Banjaragung III. Kegiatan tersebut memberikan edukasi mengenai pentingnya menabung dan mengelola uang secara bijak sejak usia dini melalui penyampaian materi, kegiatan interaktif, serta praktik pembuatan celengan sederhana.
Pada bidang pertanian, program SOLUTIF (Sosialisasi Olah Limbah untuk Tani Inovatif) dilaksanakan dengan melibatkan 20 petani Desa Banjaragung. Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik, mahasiswa bersama petani mempelajari pemanfaatan limbah organik pertanian menjadi pupuk organik cair (POC) sebagai salah satu upaya mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam upaya mendukung perekonomian desa, mahasiswa juga melakukan pendataan dan pendampingan terhadap 9 UMKM di Desa Banjaragung. Kegiatan tersebut mencakup penguatan branding, dokumentasi produk, penyusunan katalog digital, serta optimalisasi pemasaran melalui website desa dan Google Maps. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
Sementara itu, pada bidang lingkungan, mahasiswa turut mendukung penguatan pengelolaan Bank Sampah Desa Banjaragung melalui sosialisasi pemilahan sampah serta pemasangan penunjuk arah menuju lokasi Bank Sampah di RT 15/RW 02, Dusun Banjarjo. Keberadaan fasilitas dan penunjuk arah tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses Bank Sampah sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya.
Rangkaian program tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan tugas mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi secara langsung di tengah masyarakat. Selama masa pengabdian, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai kehidupan masyarakat desa sekaligus memahami bahwa keberhasilan sebuah program membutuhkan komunikasi, kerja sama, dan keterlibatan berbagai pihak.
Dalam kegiatan penutupan, mahasiswa KKN Kelompok 21 turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Banjaragung, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah menerima dan mendukung keberadaan mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Kebersamaan dan dukungan yang diberikan menjadi bagian penting dalam kelancaran setiap program yang telah dilaksanakan.
Berakhirnya masa KKN menjadi penanda bahwa satu rangkaian pengabdian telah selesai, namun harapan terhadap keberlanjutan program tetap tumbuh. Berbagai pengetahuan, fasilitas, dan inovasi yang telah diberikan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan Desa Banjaragung.
Menutup langkah bukan berarti mengakhiri cerita. Jejak kebersamaan, pengetahuan, dan pengabdian yang telah terjalin diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan Desa Banjaragung menuju masyarakat yang lebih mandiri, berdaya saing, peduli lingkungan, dan berkelanjutan.